Asalamualaikum Wr.Wb
Kali ini saya mw sedikit berbagi ilmu nie guys, Allah SWT kan juga mengajurkan kita untuk berbagi ilmu, dan berbagi ilmu itu baik loo.. :) nah barang kali bermanfaat buat kalian yang sedang mencari bahan pembelajaran.. Nah dlm penulisan makalah ini harap dimaklumin kekurangannya ya.. namanya juga sama sama masih belajar. oia lagi satu nie guys..
Penulis yang baik itu selalu nyantumin sumber refrensi mereka, biar gk dikira plagiat guys :).
Penulis yang baik itu selalu nyantumin sumber refrensi mereka, biar gk dikira plagiat guys :).
BAB I
Pendahuluan
A.
Latar Belakang
Banyaknya
permasalahan manusia dalam kehidupan sehari sehari bukan tanpa sebab dan tanpa
alasan, ditambah kita berada di Era Globalisasi era yang akan menggerus setiap
individu jika individu tersebut tidak bisa mengambil dampak positif dari arus
Globalisasi. Banyak orang saat ini melakukan hal hal yang di luar nalar. Mulai dari
tindakan kriminalitas, Asusila dan pelecehan. Perbuatan tercela ini sendiri
factor utamanya adalah dari manusia itu sendiri. Yaitu kurang nya Pendidikan
Agama
Pendidikan
Agama , merupakan sebuah Pendidikan dasar bagi setiap individu itu sendiri
untuk menjalani sebuah kehidupan dimana dalam kehidupan kita akan mendapat
ujian dari Allah SWT.Dimana nantinya Pendidikan agama akan membentuk kepribadian
dan karakter baik dalam setiap individu tersebut.
Dalam
Pendidikan Agama islam Konsep Ketuhanan dan Keimanan merupakan materi dasar
yang harus benar benar dipahami oleh setiap individu. Konsep ketuhanan adalah
pondasi dasar dalam menjalani kehidupan keislaman kedepannya agar tidak
mengurangi hakikat dan makna dari agama islam itu sendiri dan menimbulkan
penafsiran yang salah mengenai ketuhanan. Sedangkan konsep keimanan merupakan
konsep yang akan tetap menjaga tindakan maupun pemahaman kita tentang agama islam agar tetap pada
koridornya. Karena keimanan akan membuat setiap individu meyakini baik dalam
hati maupun dalam perbuatan.
B.
Rumusan Masalah
Adapun rumusan masalah
sebagai berikut:
1. Bagaimanakah
ketuhanan dan keimanan dalam Perspektif Islam?
2. Seperti
apakah pembuktian wujud tuhan
dalam islam ?
3. Bagaimanana Proses terbentuknya keimanan dalam
islam?
4. Apa
Manfaat Penerapan Konsep keimanan dalam
islam?
C. Tujuan
1. Meningkatkan
pemahaman Tentang Konsep ketuhanan dan keimanan dalam agama Islam
2. Menjelaskan
pembuktian Wujud tuhan Dalam Agama Islam
3. Memberikan
Manfaat tentang keimanan terhadap Allah SWT.
BAB II
Pembahasan
A. Konsep Ketuhanan dan Keimanan Islam
Untuk mengerti definisi Tuhan, Menurut
Kamus Besar Bahasa Indonesia, Tuhan adalah sesuatu yang diyakini, dipuja, disembah
oleh manusia, sebagai yang Maha Kuasa, Maha Perkasa dan lain sebagainya. Untuk dapat mengerti dengan
Jika berbicara tentang konsep ketuhanan dalam islam,
hendaklah kita menkaji rujukan dari
Al-Quran berdasarkan kata kata yang memiliki makna Tuhan. Dan berdasarkan ilmu
Tauhid menitik beratkan konseptualisasi
Tuhan sebagai Yang Tunggal dan Maha Kuasa Dia
itu wahid dan Esa (ahad), Maha Pengasih
dan Maha Kuasa.Menurut Al-Quran terdapat 99
Nama Allah (asma'ul
husna artinya:
"nama-nama yang paling baik"). Dalam
al-Qur’an, perkataan Tuhan dikenal dengan istilah Ilaah. Tuhan (Ilah) ialah sesuatu yang dipentingkan (dianggap penting)
oleh manusia sedemikian rupa, sehingga manusia merelakan dirinya dikuasai
oleh-Nya. Al-Qur’an
surat al-Furqon (25) ayat 44 menyebutkan: Artinya: “Terangkanlah kepadaku
tentang orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai Tuhannya”.
Meskipun
segala sesuatu dapat disebut sebagai Ilaah, namun Ilaah yang sebenarnya ialah
Ilaah yang mempunyai jabatan Robbun dan Malikun. Dengan kata lain, walaupun
segala sesuatu dapat dipertuhan dan disembah manusia, namun Tuhan yang
sebenarnya yang berhak disembah manusia ialah Tuhan pencipta dan penguasa alam
semesta yaitu Allah SWT.
Dalam wahyu pertama al-Quran (Al-'Alaq [96]:1-5), Tuhan menunjukkan dirinya sebagai pengajar
manusia. Tuhan mengajarkan manusia berbagai hal termasuk di antaranya konsep
ketuhanan. Umat Muslim percaya Al-Quran adalah kalam Allah, sehingga semua
keterangan Allah dalam al-Quran merupakan "penuturan Allah tentang
diri-Nya."
Kata iman itu sendiri berarti percaya atau meyakini. Sedangkan
dalam bahasa arab, berasal dari kata amana artinya aman.
Maksudnya orang yang beriman selalu
memiliki perasaan aman karena yakin selalu dilindungi oleh Allah. Definisi Konsep keimanan dalam islam iaalah keyakinan penuh
dibenarkan oleh hati, diucapkan oleh lidah dan diwujudkan oleh amal perbuatan.
B. Pembuktian wujud
Tuhan Dalam Islam
Adanya
alam ini beserta isinya, tentu tidak ada dengan sendirinya. alam ini begitu
luas dengan keaneragaman yang sangat menakjubkan. Sulit jika harus meneliti
asal muasalnya . Segala sesuatu ada
karena diciptakan. Belum ada sejarah adanya Sesutu tanpa ada penciptanya.
Secara logika, mungkin dunia beserta isinya ini ada tanpa ada Penciptanya?. Secara
logika dan Atas dasar hal ini, tentu manusia normal pun tahu bahwa adanya ala
mini beserrta isinya tentu ada yang menciptakan yaitu Allah SWT.
Q.S al-Ankabut, 29: 61-63. Dalam ayat 61-63 dijelaskan bahwa: “bangsa arab yang
penyembah berhala tidak menolak eksistensi pencipta langit dan bumi".
Dalam ayat ini semakin mempertegas bahwa, dari zaman arab
pun keberadaan dan eksistensi Allah SWT
sudah diakui sebagai pencipta langit dan bumi. Banyak sekali ayat yang terkandung dalam Al-Quran yang
menjelaskan tentang keberadaan Allah sebagai tuhan semesta alam seperti yang
terkandung dalam surah
Q.S Ali-Imran ayat 62 yang artinya“sesungguhnya
ini adalah kisah yang benar. Tidak ada Tuhan selain Allah dan sungguh Allah
MahaPerkasa, Mahabijaksana."
Ke-Esaan Allah adalah
mutlak. Ia tidak dapat didampingi atau disejajarkan dengan yang lain. Sebagai
umat Islam, yang mengikrarkan kalimat syahadat "La ilaaha illa
Allah" harus menempatkan Allah sebagai prioritas utama dalam
setiap tindakan dan ucapannya.
C. Proses
Terbentuknya Keimanan Dalam Islam
Rasa Iman tidak
akan tumbuh dengan sendirinya. Rasa iman diibarat kan seperti sebuah benih,
harus dipupuk seiring berjalannya waktu. Pengaruh terhadap iman bisa datang
dari mana saja, misalkan dari teman, keluarga, masyarakat dan pendidikan.
Pengaruh iman itu sendiri bisa berdampak positif maupun negative untuk
individu tersebut.
Dalam hal ini
keluarga berperan besar dalam pengenalan Iman, baik langsung maupun tidak
langsung. Keluarga merupakan contoh yang sangat nyata dalam pembentukan Iman
seseorang. Jika keluarga telah memberikan contoh yang baik dalam menumbuhkan
rasa iman tentunya ini akan berpengaruh baik dalam individu tersebut. Dalam hal ini Nabi SAW bersabda: “setiap
anak, lahir membawa fitrah, Orang tuanya yang berperan menjadikan anak tersebut
menjadi Yahudi, Nasrani atau majusi”.
Mengenal ajaran Allah
adalah langkah awal dalam mencapai iman kepada Allah. Jika seseorang tidak
mengenal ajaran Allah, maka orang tersebut tidak mungkin beriman kepada Allah.
Selain Proses
pengenalan, Proses Pembiasaan merupakan salah satu proses yang tidak kalah Penting. Karena tanpa Pembiasaan, rasa iman seseorang bisa luntur ataupun
berubah. Dalam hal ini seseorang harus dibiasakan melakukan ajaran ajaran Allah
dan menjauhi segala larangannya. Dengan pembiasaan insya Allah Iman seseorang
akan selalu terjaga.Iman atau kepercayaan merupakan dasar utama dalam memeluk suatu
agama karena dengan keyakinan dapat membuat orang untuk melakukan apa yang
diperintahkan dan apa yang dilarang oleh keyakinannya tersebut atau dengan kata
lain iman dapat membentuk orang jadi bertaqwa.
Dalam surah
Al-Baqarah ayat 165 dikatakan bahwa orang beriman adalah orang
yang amat sangat cinta kepada Allah. Oleh karena itu beriman kepada Allah
berarti amat sangat cinta dan yakin terhadap ajaran Allah yaitu Al-Quran
Adapun cirri-ciri
Orang Beriman dapat didefinisikan sebagai berikut:
1. Jika menyebut
atau mendengar nama Allah hatinya bergetar, dan berusaha agar Allah tidak lepas
dari ingatannya.
2. Senantiasa
tawakkal, yaitu bekerja keras berdasarkan keimanan
3. Tertib dalam
melaksanakan shalat dan selalu melaksanakan perintahnya
4. Menafkahkan
rizky yang diperolehnya di jalan Allah
5. Menghindari
perkataan yang tidak bermanfaat dan menjaga kehormatan
6. Memelihara
amanah dan menepati janji
D. Manfaat
Penerapan Konsep Keimanan Dalam Islam
1. Iman melenyapkan
kepercayaan kepada kekuasaan benda
2. Iman menanamkan semangat
berani menghadapi maut
3. Iman memberikan
ketentramann jiwa
4. Iman mewujudkan
kehidupan yang baik
5. Iman melahirkan
sikap ikhlas dan konsekuen
BAB III
Penutup
A.
Kesimpulan
1. Adanya
Alam beserta isinya ini, tentu ada Penciptan-Nya yaitu Allah SWT. Dengan
Pemahaman akan konsep ketuhanan dalam Islam ini, akan meluruskan setiap
pemahaman yang salah akan Ketuhanan
2. Ke-Esaan Allah adalah
mutlak. Ia tidak dapat didampingi atau disejajarkan dengan yang lain. Sebagai
umat Islam, Allah merupakan prioritas utama dalam setiap tindakan dan
ucapannya.
3. Konsep keimanan dalam islam iaalah keyakinan penuh
dibenarkan oleh hati, diucapkan oleh lidah dan diwujudkan oleh amal perbuatan.
4. Beriman adalah orang
yang amat sangat cinta kepada Allah. Oleh karena itu beriman kepada Allah
berarti amat sangat cinta dan yakin terhadap ajaran Allah yaitu Al-Quran
B.
Saran
Dengan
Segala keterbatasan dan kekurangan dalam makalah ini. Besar harapan Makalah ini
dapat bermanfaat bagi pembaca dalam pemahaman Konsep ketuhanan dan Keimanan
dalam Perspektif Islam. Kritik dan saran diharapkan guna perbaikan atas
penyampaian dalam materi dalam makalah ini.
Daftar Pustaka